Main keraja-kerajaan!

Main keraja-kerajaan!

Hei, ini tanggal 27. Ini seharusnya ditulis tanggal 4. Kenapa? Karena hal hebat terjadi pas tanggal 4. Hal hebat apa yang terjadi tanggal 4? Aku 21 tahun! Tidak ada yang harus dibanggakan, kan? Kau betambah tua, terus kenapa? Yah, ada kenapanya sih. Ketika umurmu 21 seharusnya kau harus membuat album dengan judul 21 yang terjual jutaan kopi di seluruh dunia, jadinya semua orang akan mengagumimu hanya dengan mangap saja… Cek, ehem, satu~ dan mereka pun histeris dan menangis memintamu bernyanyi, begitu. Bahkan ketika kau 19, kau juga harus melakukan hal yang sama, membuat album dengan judul 19! Aku bisa saja sih begitu, sayangnya suaraku ga lebih bagus dari kodok. Mereka ber-webek-webek dengan nada. Sedangkan aku? Ahh, jangan tanya. Aku harus melakukan hal lain, melalukan pencapaian… well, seperti si-21-yang-punya-album-21-itu. 
Intinya, aku harus mencapai hal-hal, yang selama ini beseliweran di kepalaku, yang selalu kugembar-gemborkan dari smp dulu; membuat buku. Waktu itu cepat sekali belalu, rasanya baru kemarin aku kuliah dan memulai tumblr, memikirkan untuk serius sekali membuat buku (bahkan menulis post tentang betapa seriusnya aku). Setiap tahun selalu begitu, aku akan melakukannya tahun ini, aku akan membuat buku! Dan kemudian tanggal 4 september datang, aku belum membuat buku. Memilih jalan yang berbeda dari banyak orang pasti memiliki hambatan yang berbeda; hal-hal tidak biasa. Kau tidak akan menjumpai orang-orang yang berbicara cuaca, jadi kesempatanmu untuk lebih menonjol menjadi kecil. Semua orang berwarna; tidak lagi hitam putih. Kau menjadi biasa saja karena banyak sekali orang yang tidak biasa. Yah, begitulah jalan pilihanmu. Kau tidak bisa menyalahkan orang lain, kau harus menyalahkan dirimu, ini jalan yang kau pilih. Kalaupun gagal setidaknya kau sudah berusaha kan? Karena gila sekali jika kau menginginkan hal yang bebeda sementara kau terus melakukan hal yang sama sampai tahun-tahun beikutnya; sampai kau tidak bisa mengingat mimpi lagi di pagi hari. Aku harus membuat buku, setidaknya satu di hidupku.
Dan sekarang, entah bagaimana aku yakin kalau sudah waktunya untuk serius menjalani hal yang bebeda. Saat aku berada di persimpangan antara jalan berbeda dan jalan yang biasa diambil orang… aku mendapatkan kesempatan untuk melangkah besar-besar di jalan bebeda. Tidak semua orang menjalani hal yang sama kan? Sayangnya, aku masih saja berdiri di persimpangan. Aku masih harus menguji diriku, seperti Shizuku, membuktikan kemampuan kepada diriku bahwa aku bisa. Hal-hal seperti itu. 
Dan… aku sedikit yakin kalau sebelum tanggal 4 september tahun depan aku sudah membuat sebuah buku!
Ahh, selamat 21 tahun buatku.   

Hei, ini tanggal 27. Ini seharusnya ditulis tanggal 4. Kenapa? Karena hal hebat terjadi pas tanggal 4. Hal hebat apa yang terjadi tanggal 4? Aku 21 tahun! Tidak ada yang harus dibanggakan, kan? Kau betambah tua, terus kenapa? Yah, ada kenapanya sih. Ketika umurmu 21 seharusnya kau harus membuat album dengan judul 21 yang terjual jutaan kopi di seluruh dunia, jadinya semua orang akan mengagumimu hanya dengan mangap saja… Cek, ehem, satu~ dan mereka pun histeris dan menangis memintamu bernyanyi, begitu. Bahkan ketika kau 19, kau juga harus melakukan hal yang sama, membuat album dengan judul 19! Aku bisa saja sih begitu, sayangnya suaraku ga lebih bagus dari kodok. Mereka ber-webek-webek dengan nada. Sedangkan aku? Ahh, jangan tanya. Aku harus melakukan hal lain, melalukan pencapaian… well, seperti si-21-yang-punya-album-21-itu. 

Intinya, aku harus mencapai hal-hal, yang selama ini beseliweran di kepalaku, yang selalu kugembar-gemborkan dari smp dulu; membuat buku. Waktu itu cepat sekali belalu, rasanya baru kemarin aku kuliah dan memulai tumblr, memikirkan untuk serius sekali membuat buku (bahkan menulis post tentang betapa seriusnya aku). Setiap tahun selalu begitu, aku akan melakukannya tahun ini, aku akan membuat buku! Dan kemudian tanggal 4 september datang, aku belum membuat buku. Memilih jalan yang berbeda dari banyak orang pasti memiliki hambatan yang berbeda; hal-hal tidak biasa. Kau tidak akan menjumpai orang-orang yang berbicara cuaca, jadi kesempatanmu untuk lebih menonjol menjadi kecil. Semua orang berwarna; tidak lagi hitam putih. Kau menjadi biasa saja karena banyak sekali orang yang tidak biasa. Yah, begitulah jalan pilihanmu. Kau tidak bisa menyalahkan orang lain, kau harus menyalahkan dirimu, ini jalan yang kau pilih. Kalaupun gagal setidaknya kau sudah berusaha kan? Karena gila sekali jika kau menginginkan hal yang bebeda sementara kau terus melakukan hal yang sama sampai tahun-tahun beikutnya; sampai kau tidak bisa mengingat mimpi lagi di pagi hari. Aku harus membuat buku, setidaknya satu di hidupku.

Dan sekarang, entah bagaimana aku yakin kalau sudah waktunya untuk serius menjalani hal yang bebeda. Saat aku berada di persimpangan antara jalan berbeda dan jalan yang biasa diambil orang… aku mendapatkan kesempatan untuk melangkah besar-besar di jalan bebeda. Tidak semua orang menjalani hal yang sama kan? Sayangnya, aku masih saja berdiri di persimpangan. Aku masih harus menguji diriku, seperti Shizuku, membuktikan kemampuan kepada diriku bahwa aku bisa. Hal-hal seperti itu. 

Dan… aku sedikit yakin kalau sebelum tanggal 4 september tahun depan aku sudah membuat sebuah buku!

Ahh, selamat 21 tahun buatku.   

Selamat Lebaran!

Selamat Lebaran!

Seperti Potter, aku juga pasti akan merasa perutku dihantam batu bata sehari sebelum sidang. Dengan semua kesenangan yang berlangsung akhir-akhir ini, kau pasti akan melupakan hal yang membuat jantungmu berdegup seakan mendesak jakunmu. Yah, tidak bisa dibilang begitu juga sih, jantungku tidak berdegup kencang setiap mengingat sidang. Aku saja belum punya semangat untuk melihat laporan dan kemudian mencetaknya. Huuuuuh… game yang kubuat saja 2 hari yang lalu baru dilihat, itupun hanya sekedar mengagumi hasil kerja keras. Yah, aku tidak mempertaruhkan Hogwarts seperti Harry makanya santai. Aku pasti gila kalau tidak mempersiapkan semuanya beberapa minggu sebelum sidang. Maksudku, kita mempertaruhkan Hogwarts! HOGWARTS! Karena gila jika tidak memperjuangkan tinggal di Hogwarts.
Oh well, aku mempertaruhkan masa depan, tapi dengan semua proses yang tidak sesusah kakakku aku yakin sidangnya berjalan lancar. Lagipula, banyak yang bilang kalau ini akan menjadi proses mudah yang lainnya. Tapi, kita harus mempersiapan kemungkinan terburuk kan? Bisa saja monster berkacamata seperti di gambarkku yang akan menjadi penguji ketika sidang. Mukaku bisa rata dilempar laporan tugas akhir karena kebanyakan jawab dengan ‘errr… yah… well…’ 3 atau 2 hari sebelum sidang rasaku cukup untuk memenuhi isi kepala dengan teori-teori di tuga akhirku. Maksudku, aku tidak mungkin melewatkan semua kesenangan yang berlangsung di rumah selama puasa. Aku memakan makanan manis yang enak-enak, menghilangkan lapar dan haus dengan film bagus dan ngabuburit juga dengan itu. Aku tidak bisa melewatkan semua ini dengan sibuk memenuhi kepalaku dengan teori. Lagipula kemampuan otakku tidak bisa jangka panjang; mengingat hal jauh-jauh hari pasti mustahil. Dan lagi ini cuma bahas game aku aja kan? Mudah-mudahan bisa sih kalau yang dibahas game yang aku bikin (meskipun jawabnya pakau errr… yang lama dan banyak) kalau ditanya cara bikin sushi baru deh… mati. 
Oh ya, sidang apa? Ha! Ya, aku tamat kuliah tahun ini dan seperti mahasiswa lain, kau harus melakukan ini agar tamat. Jangan tanya apa itu sidang karena aku sendiri tidak tahu. Semoga saja ketika sidang nanti Dumbledore muncul entah darimana untuk memberi mantra penangkis ketika si monster mau melemparku dengan tuga akhir. Oh ya, aku juga berharap ada viking yang juga akan menguji, kau tahu, aku memelihara naga di belakang kepalaku dan seperti semua tahu viking melihara naga. HA! Bangsa viking tahu orang-orang yang melihara naga itu keren!

Seperti Potter, aku juga pasti akan merasa perutku dihantam batu bata sehari sebelum sidang. Dengan semua kesenangan yang berlangsung akhir-akhir ini, kau pasti akan melupakan hal yang membuat jantungmu berdegup seakan mendesak jakunmu. Yah, tidak bisa dibilang begitu juga sih, jantungku tidak berdegup kencang setiap mengingat sidang. Aku saja belum punya semangat untuk melihat laporan dan kemudian mencetaknya. Huuuuuh… game yang kubuat saja 2 hari yang lalu baru dilihat, itupun hanya sekedar mengagumi hasil kerja keras. Yah, aku tidak mempertaruhkan Hogwarts seperti Harry makanya santai. Aku pasti gila kalau tidak mempersiapkan semuanya beberapa minggu sebelum sidang. Maksudku, kita mempertaruhkan Hogwarts! HOGWARTS! Karena gila jika tidak memperjuangkan tinggal di Hogwarts.

Oh well, aku mempertaruhkan masa depan, tapi dengan semua proses yang tidak sesusah kakakku aku yakin sidangnya berjalan lancar. Lagipula, banyak yang bilang kalau ini akan menjadi proses mudah yang lainnya. Tapi, kita harus mempersiapan kemungkinan terburuk kan? Bisa saja monster berkacamata seperti di gambarkku yang akan menjadi penguji ketika sidang. Mukaku bisa rata dilempar laporan tugas akhir karena kebanyakan jawab dengan ‘errr… yah… well…’ 3 atau 2 hari sebelum sidang rasaku cukup untuk memenuhi isi kepala dengan teori-teori di tuga akhirku. Maksudku, aku tidak mungkin melewatkan semua kesenangan yang berlangsung di rumah selama puasa. Aku memakan makanan manis yang enak-enak, menghilangkan lapar dan haus dengan film bagus dan ngabuburit juga dengan itu. Aku tidak bisa melewatkan semua ini dengan sibuk memenuhi kepalaku dengan teori. Lagipula kemampuan otakku tidak bisa jangka panjang; mengingat hal jauh-jauh hari pasti mustahil. Dan lagi ini cuma bahas game aku aja kan? Mudah-mudahan bisa sih kalau yang dibahas game yang aku bikin (meskipun jawabnya pakau errr… yang lama dan banyak) kalau ditanya cara bikin sushi baru deh… mati. 


Oh ya, sidang apa? Ha! Ya, aku tamat kuliah tahun ini dan seperti mahasiswa lain, kau harus melakukan ini agar tamat. Jangan tanya apa itu sidang karena aku sendiri tidak tahu. Semoga saja ketika sidang nanti Dumbledore muncul entah darimana untuk memberi mantra penangkis ketika si monster mau melemparku dengan tuga akhir. Oh ya, aku juga berharap ada viking yang juga akan menguji, kau tahu, aku memelihara naga di belakang kepalaku dan seperti semua tahu viking melihara naga. HA! Bangsa viking tahu orang-orang yang melihara naga itu keren!

Hi. Apa yang baru dariku? Aku punya bisnis! menujupluto.tumblr.com ! Wooohoo! Jadi begini, di kuliah aku dapat ilmu baru; gambar dengan pena dan kertas yang kubuat bisa menjadi digital. Hal yang dari sma ingin kulakukan dan sekarang aku bisa. TIUSU hebat!
Aku ga akan kepikiran buat bisnis ini kalo bukan karena ughi. Pas dia ulang tahun aku kepikiran buat kartu ulang tahun dengan gambar (yang digital) di depannya. Kau tahu kan? Seperti bisnis punyanya Jessica Xu (blog: weirdo in pink). Ughi senang sekali dengan kartunya, dan dia promosi tentang kemampuanku ketemannya. Dan jadilah satu orang mulai pesan dibuatin. Karena inilah aku kepikiran buat bisnis. Sampai sekarang ada 4 orang yang udah mendukung bisnisku (yang mesan minta digambarin). Yang membuat bisnis ini menyenangkan adalah orang-orang senang dengan gambar yang kubuat (padahal kemampuan gamabarku biasa-biasa saja). Dan yang lebih menyenangkan adalah ucapan terima kasih yang kudapat. Itu membuat gejolak aneh di perutku setiap kali membacanya. Tunggu… aku tidak membuat kartu, omong-omong hanya gambar saja. Kualitas printer ku tidak bagus soalnya.
Sangat berarti banyak sekali jika kalian mau berkunjung dan mendukung bisnisku :)
Klik menujupluto.tumblr.com
Terim kasih! 

Hi. Apa yang baru dariku? Aku punya bisnis!  ! Wooohoo! Jadi begini, di kuliah aku dapat ilmu baru; gambar dengan pena dan kertas yang kubuat bisa menjadi digital. Hal yang dari sma ingin kulakukan dan sekarang aku bisa. TIUSU hebat!

Aku ga akan kepikiran buat bisnis ini kalo bukan karena ughi. Pas dia ulang tahun aku kepikiran buat kartu ulang tahun dengan gambar (yang digital) di depannya. Kau tahu kan? Seperti bisnis punyanya Jessica Xu (blog: weirdo in pink). Ughi senang sekali dengan kartunya, dan dia promosi tentang kemampuanku ketemannya. Dan jadilah satu orang mulai pesan dibuatin. Karena inilah aku kepikiran buat bisnis. Sampai sekarang ada 4 orang yang udah mendukung bisnisku (yang mesan minta digambarin). Yang membuat bisnis ini menyenangkan adalah orang-orang senang dengan gambar yang kubuat (padahal kemampuan gamabarku biasa-biasa saja). Dan yang lebih menyenangkan adalah ucapan terima kasih yang kudapat. Itu membuat gejolak aneh di perutku setiap kali membacanya. Tunggu… aku tidak membuat kartu, omong-omong hanya gambar saja. Kualitas printer ku tidak bagus soalnya.

Sangat berarti banyak sekali jika kalian mau berkunjung dan mendukung bisnisku :)

Klik 

Terim kasih! 

Scarlett

LIBRUUUUUUUUUUUUUURRRRRR!

LIBRUUUUUUUUUUUUUURRRRRR!

1. 2 Desember 2012: Selamat 51, Bun! Aku sayang selalu

2. 22 Desember 2012: Selamar hari ibu, Bun! Aku sayang selalu

3. 1 Januari 2013: Selamat tahun baru! Semoga harapan baru, melihat ke belakang sakit, dan impian masih saja yang lama. Huh…

4. 17 Januari 2013: Ujian. Sial…

(source: piccsy)

(source: piccsy)

Itu cerita yang mau dikirim buat lomba. Hadiahnya 5 juta, aku ga incar ini meskipun ini memang kuincar (?). Aku tertarik ikut karena kalau aku berada dibawah paksaan pasti aku menyelesaikan satu hal (apapun itu). Dan taaadaaa! Aku selesai buat cerita dan ada ilustrasinya. Sayangnya, aku ga jadi ikut karena waktunya udah mepet. Email-ku ditolak karena telat 15 menit ngirim sebelum batas akhir pengiriman. Miris ya? Tapi sudahlah aku kan bukan ngincar hadiahnya atau ikut dalam lomba tapi menyelesaikan ceritanya. Kalo aku ngga pernah baca pengumuman lombanya… mungkin hiuku tidak bisa berenang keluar dari kepalaku. Kau bisa unduh ceritaku disini .
Sudah ah, mataku ngga sabar mau dimanjakan dengan ‘Colorfull’ :))
p.s: animasi Jepang selain Studio Ghibli ternyata seeeeedap buat mata!

Itu cerita yang mau dikirim buat lomba. Hadiahnya 5 juta, aku ga incar ini meskipun ini memang kuincar (?). Aku tertarik ikut karena kalau aku berada dibawah paksaan pasti aku menyelesaikan satu hal (apapun itu). Dan taaadaaa! Aku selesai buat cerita dan ada ilustrasinya. Sayangnya, aku ga jadi ikut karena waktunya udah mepet. Email-ku ditolak karena telat 15 menit ngirim sebelum batas akhir pengiriman. Miris ya? Tapi sudahlah aku kan bukan ngincar hadiahnya atau ikut dalam lomba tapi menyelesaikan ceritanya. Kalo aku ngga pernah baca pengumuman lombanya… mungkin hiuku tidak bisa berenang keluar dari kepalaku. Kau bisa unduh ceritaku disini .

Sudah ah, mataku ngga sabar mau dimanjakan dengan ‘Colorfull’ :))

p.s: animasi Jepang selain Studio Ghibli ternyata seeeeedap buat mata!

Harry duduk, mengambil bungkusan persegi yang ditunjuk Mrs Weasley dan membukanya. Di dalamnya ada arloji yang sangat mirip arloji yang dihadiahkan Mr dan Mrs Weasley kepada Ron untuk ulang tahunnya yang ketujuh belas; arloji emas, dengan bintang-bintang berputar mengelilingi pinggirannya alih-alih jarum.
"Sudah tradisi untuk memberi penyihir laki-laki arloji ketika dia akil balig," kata Mrs Weasley, mengawasi Harry dengan cemas dari sebelah panci pemasak." Memang tidak baru seperti arlji Ron, itu dulu sebenarnya arloji kakakku Fabian dan dia tidak begitu hati-hati dengan barang-barangnya, sedikit melesak di baliknya, tapi—"
Kelanjutan kata-katanya tak terdengar; Harry telah bangkit dan memeluknya. Dia berusaha memasukkan banyak hal dalam pelukan itu dan barangkali Mrs Weasley memahaminya, karena dia mengelus pipi Harry dengan canggung ketika Harry melepaskna pelukannya, kemudian melambaikan tongkat sihirnya agak asal-asalan, membuat setengah pak daging panggang melompat jatuh dari wajan ke lantai.
(dikutip dari ‘Harry Potter and the Deathly Hallows; Harry Potter dan Relikui Kematian’ oleh J. K. Rowling, bab ‘Surat Wasiat Albus Dumbledore’, halaman 158)
Terima kasih atas jam tangan yang super keren, Bun! Aku benar akil balig sekarang dan siap terbang jauh mengejar mimpi :)

Harry duduk, mengambil bungkusan persegi yang ditunjuk Mrs Weasley dan membukanya. Di dalamnya ada arloji yang sangat mirip arloji yang dihadiahkan Mr dan Mrs Weasley kepada Ron untuk ulang tahunnya yang ketujuh belas; arloji emas, dengan bintang-bintang berputar mengelilingi pinggirannya alih-alih jarum.

"Sudah tradisi untuk memberi penyihir laki-laki arloji ketika dia akil balig," kata Mrs Weasley, mengawasi Harry dengan cemas dari sebelah panci pemasak." Memang tidak baru seperti arlji Ron, itu dulu sebenarnya arloji kakakku Fabian dan dia tidak begitu hati-hati dengan barang-barangnya, sedikit melesak di baliknya, tapi—"

Kelanjutan kata-katanya tak terdengar; Harry telah bangkit dan memeluknya. Dia berusaha memasukkan banyak hal dalam pelukan itu dan barangkali Mrs Weasley memahaminya, karena dia mengelus pipi Harry dengan canggung ketika Harry melepaskna pelukannya, kemudian melambaikan tongkat sihirnya agak asal-asalan, membuat setengah pak daging panggang melompat jatuh dari wajan ke lantai.

(dikutip dari ‘Harry Potter and the Deathly Hallows; Harry Potter dan Relikui Kematian’ oleh J. K. Rowling, bab ‘Surat Wasiat Albus Dumbledore’, halaman 158)

Terima kasih atas jam tangan yang super keren, Bun! Aku benar akil balig sekarang dan siap terbang jauh mengejar mimpi :)

Aku tidak tahu mengapa, tapi tiba-tiba saja aku mulai menangis.
Mom meletakkan buku dan memelukku. Kelihatannya Mom tidak terkejut melihatku menangis. “Jangan takut,” Mom berbisik di telingaku. “Semuanya akan baik-baik saja.”
"Maafkan aku," aku berkata di antara isak tangis.
"Ssst," ujar Mom seraya mengusap air mataku dengan punggung tangannya. "Tak ada yang perlu kau sesali …."
"Kenapa aku harus sejelek ini, Mommy?" bisikku.
"Tidak, Sayang, kau tidak …."
"Aku tahu aku jelek."
Mom menciumi wajahku. Mom mencium mataku yang terlalu melorot. Mom mencium pipiku yang kelihatan penyok. Mom mencium mulut kura-kuraku.
Mom mengucapkan kata-kata lembut yang aku tahu seharusnya membuatku merasa lebih baik, tapi kata-kata tak bisa mengubah wajahku.
(dikutip dari “Wonder” oleh R. J. Palacio, baba “Satu Sampai Sepuluh” halaman 85)

Aku tidak tahu mengapa, tapi tiba-tiba saja aku mulai menangis.

Mom meletakkan buku dan memelukku. Kelihatannya Mom tidak terkejut melihatku menangis. “Jangan takut,” Mom berbisik di telingaku. “Semuanya akan baik-baik saja.”

"Maafkan aku," aku berkata di antara isak tangis.

"Ssst," ujar Mom seraya mengusap air mataku dengan punggung tangannya. "Tak ada yang perlu kau sesali …."

"Kenapa aku harus sejelek ini, Mommy?" bisikku.

"Tidak, Sayang, kau tidak …."

"Aku tahu aku jelek."

Mom menciumi wajahku. Mom mencium mataku yang terlalu melorot. Mom mencium pipiku yang kelihatan penyok. Mom mencium mulut kura-kuraku.

Mom mengucapkan kata-kata lembut yang aku tahu seharusnya membuatku merasa lebih baik, tapi kata-kata tak bisa mengubah wajahku.

(dikutip dari “Wonder” oleh R. J. Palacio, baba “Satu Sampai Sepuluh” halaman 85)

“There is no life I know to compare with pure imagination. Living there, you’ll be free if you truly wish to be.”  ― Roald Dahl

“There is no life I know to compare with pure imagination. Living there, you’ll be free if you truly wish to be.”  ― Roald Dahl